Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Minggu, 21 Oktober 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang
 Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, dimana masalah pengangguran, kesempatan kerja merupakan masalah yang rumit dan perlu ditanggulangi serius dan tuntas. Pada masa pembangunan nasional sekarang ketenaga kerjaan merupakan faktor yang sangat penting bagi terlaksananya pembangunan nasional di negara Indonesia. Teh memiliki arti penting dalam perekonomian Indonesia, teh merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang dan pemerintah. Yaitu menyediakan lapangan pekerjaan. Terutama bagi masyarakat tingkat pendidikannya masih rendah sehingga masalah pengangguran bisa teratasi. Selain itu teh merupakan sumber devisa non migas yang cukup besar karena kebanyakan hasil produksi teh di ekspor ke berbagai negara di luar negeri sehingga merupakan devisa. Perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN XII merupakan perkebunan yang sangat luas. Dengan total luas 1.144 ha yang terbagi menjadi tiga kebun sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan juga cukup banyak. Untuk mengetahui lebih rinci maka, penulis akan membahasnya dengan judul “PENGARUH PERKEBUNAN TEH DI WONOSARI MALANG TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR.” 1.2 Rumusan Masalah Setelah latar belakang dipaparkan sebagaimana di atas maka permasalahan di atas, dapat dibuat rumusan masalah yaitu sebagai berikut : 1. Bagaimana pengaruh perkebunan teh di Wonosari Malang bagi masyarakat sekitar? 2. Bagaimana keadaan perekonomian masyarakat sekitar perkebunan teh di Wonosari Malang? 1.3 Tujuan Pembahasan Dalam penyusunan Paper ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perkebunan teh di Wonosari Malang bagi masyarakat sekitar. 2. Untuk mengetahui keadaan perekonomian masyarakat sekitar perkebunan teh di Wonosari Malang. 1.4 Kegunaan Pembahasan Penulis mengharapkan penelitian ini bermanfaat sekurang-kurangnya meliputi : 1. Sebagi media untuk membuat karya ilmiyah walau terkesan sangat sederhana. 2. Sebagai persyaratan mengikuti Ujian Akhir Madrasah (UAM). 3. Sebagai pengalaman bagi siswa dalam melaksanakan penelitian (KTI). 1.5 Penegasan Judul Agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami judul paper ini. Maka penulis akan menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam paper ini yang berjudul “Pengaruh Perkebuanan Teh terhadap Perekonomian Masyarakat Sekitar”, istilah-istilah tersebuat adalah : Pengaruh : Daya yang timbul dari sesuatu (orang,benda) yang ikut membentuk perbuatan seseorang (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 104) Perkebunan : Tanah yang dijadikan kebun (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 401) Teh : Pohon kecil, tumbuh di alam bebas daunnya berbentuk yang pucuknya dikeringkan dan dilayukan dibuat minuman (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 914) Wonosari Malang : Nama kota di Jawa Timur Perekonomian : Tindakan-tindakan berekonomi (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 220) Masyarakat : Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 564) Setelah penulis uraikan istilah-istilah tersebut, maka yang dimaksud adalah bagaimana dan seberapa besar pengaruh perkebunan teh terhadap perekonomian masyarakat sekitar. 

 BAB II LANDASAN TEORI 

2.1 Pengertian Agribisnis 

Agribisnis adalah kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Agribisnis dengan perkataan lain adalah cara pandang ekonomi bagi kegiatan dalam bidang pertanian. Agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan memperoleh aspek budidaya, pasca panen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Agribisnis secara luas berarti “bisnis berbasis sumber daya alam”. Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan, hewan ataupun organism lainnya . kegiatan budidaya termasuk dalam bagian hulu (pembibitan) agribisnis. Apabila produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan itu disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk kehidupan sehari-hari. Dalam arti luas agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja. Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan produk pertanian berkaitan dengan farmasi, dan teknologi bahan.  

 2.2 Agribisnis sebagai Suatu Sistem 
agribinis juga disebut suatu sistem yang utuh mulai subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian, subsistem usaha tani, subsistem pengolahan/agroindustri dan subsistem pemasaran. Subsistem tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 
a. Subsistem penyediaan sarana produksi Subsistem penyediaan sarana produksi kegiatan pengadaan dan penyaluran. Kegiatan ini mencakup perencanaan, pengelolaan dan sarana produksi, teknologi dan sumber daya agar penyediaan sarana produksi memenuhi kriteria tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu dan tepat produksi. 
b. Subsistem usaha tani atau proses produksi Subsistem ini mencakup kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha tani dalam rangka meningkatkan usaha produksi primer pertanian. Termasuk ke dalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi dan pola usaha tani dalam rangka meningkatkan produksi primer. Disini ditekankan pada usaha tani yang intensif dan sustainable (lestari) artinya meningkatkan produktivitas lahan semaksimal mungkin dengan cara tanpa meninggalkan kaidah-kaidah, pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. 
c. Subsistem Agroindustri atau pengolahan hasil Lingkup kegiatan ini tidak hanya aktivitas pengolahan sederhana di tingkat petani, tetapi menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjut dengan maksud untuk menambah value added (nilai tambah) dari produksi primer tersebut. Dengan demikian proses pengupasan, pembersihan, pengektraksian, penggilingan, pembekuan, pengeringan dan peningkatan mutu. 
d. Subsistem pemasaran Subsistem pemasaran mencangkup pemasaran hasil-hasil usaha dan agroindustri baik untuk pasar domestik atau lokal maupun ekspor. Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan informasi pasar dan market pada pasar domestik dan pasar luar negeri. 

 2.3 Manfaat Agribisnis Dalam usaha agribisnis ada beberapa manfaat seperti :

 a. Sektor pertanian sebagai penyediaan lapangan kerja. Dalam sektor pertanian, menyerap tenaga kerja sekita 49% dari angkatan kerja yang ada. Sebagian besar (75%) dari angkatan kerja disektor pertanian ini tidak sekolah, sekolah tapi tidak taman sekolah dasar (SD) dan hingga taat SD saja. Oleh karena itu dapat dimengerti kalau produktifitas kerjanya relatif rendah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja seperti : • Macam tanaman yang diusahakan • Beban kerja di kegiatan yang ditawarkan • Luas areal • Upah • Teknologi • Pria atau wanita • Ketrampilan (Pengetahuan atau pendidikan) dan sebagainya 

b. Sektor pertanian sebagai penghasil devisa. Berapa tahun terakhir ini nilai ekspor pertanian meningkat terus. Begitu pula ekspor hasil olahan. Namun karena karena perkembangan nilai ekspor sektor ekonomi yang lain, khususnya sektor industri meningkat secara tajam, maka secara relatif (presentase), perkembangan ekspor hasil olahan produk pertanian tersebut menjadi menurun. Para pengamat ekonomi melihat adanya prospek yang tetap cerah pada ekspor hasil pertanian dan olahannya pada masa mendatang. Namun bukan berarti hal tersebut tidak dijumpai tantangan. Akan diberlakukannya GATT dan semakin majunya perkembangan ekspor hasil pertanian dan hasil olahan negara lain, juga akan menjadikan persaingan pasar produk pertanian menjadi semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian antara lain melalui peningkatan kwalitas, penyediaan bahan baku industri pertanian dalam jumlah cukup dan kontinyu, penggunaan teknologi yang semakin modern dan terus mencari peluang pasar.

 c. Sektor pertanian sebagai sumber pendapatan Kegiatan disektor pertanian memang mampu berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Banyak orang yang bekerja di sektor pertanian, sehingga nilai produksi meningkat terus dan pendapatan petani yang juga terus meningkat dari waktu ke waktu. d. Menambah jumlah agroindustri baru Pembangunan industri yang didukung oleh pertanian yang tangguh menjadi titik berat pembangunan ekonomi nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut maka industri yang perlu di kembangkan adalah industri-industri yang mengolah hasil pertanian primer menjadi produk olahan yakni agroindustri. Namun sekali lagi adalah bahwa agroindustri tidak mungkin berkembang dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia, bila tidak didukung oleh pertanian primer sebagai penghasil bahan baku. Kemudian pertanian primer tidak akan mampu berkembang bila tidak didukung oleh pengembangan industri-industri yang menghasilkan sarana produksi (industri hulu pertanian).

 BAB III PEMBAHASAN MASALAH 

3.1 Sejarah PTPN XII Kebun teh Wonasari terletak di desa Toyomarto kecamatan Singosari, kabupaten Malang dan merupakan salah satu kebun teh yang dikelola oleh PTPN Nusantara XII (Persero). Kebun teh ini memiliki sejarah yang rumit dan panjang. Diawal berdirinya pada tahun 1875 kebun ini dikelola oleh perusahaan asing asal Belanda NU. Cultur Maats Chappy. Kemudian awal tahun 1942 kebun ini ditanami teh dan kina, namun pada jaman Jepang tahun 1942-1945 sebagian tanaman teh diganti menjadi tanaman pangan, seperti ubi, singkong dan sejenisnya. Pada tahun 1945 masa kemerdekaan bangsa Indonesia kebun ini diambil oleh negara dengan nama Pusat Perkebunan Negara (PPN) dan pada tahun 1950 tanaman kina diganti lagi dengan tanaman teh sampai saat ini. Dua tahun kemudian memasuki tahun 1957 kebun teh Wonosari ini tercatat dalam PPN kesatuan Jawa Timur hingga tahun 1963 berganti di bawah naungan PPN aneka tanaman. Berlanjut tahun 1972 kebun dengan luas budidaya tanaman pokok teh 628.86 Ha ini memasuki PT Perkebunan XII (Persero). Berlanjut lagi pada tahun 1995 masuk dalam PTP Group Jawa Timur dan tahun 1996 masuk dalam PTP Nusantara XII, serta pada tahun 1994 ini dikembangkan menjadi Wisata Argo 3.2 Pengaruh Perkebunan Teh di Wonosari Malang terhadap Masyarakat Sekitar Perkebunan teh wonosari Malang merupakan suatu perkebunan yang dikelolah oleh PTP XII. Tempat ini berada pada ketinggian 950-1250 m dengan temperatur 19-26oC tidak ada asap kendaraan karena kendaraan bermotor nyaris tidak melintas diperkebunan seluas 629 Ha yang dikelolah PTPN XII itu. Tampak dari kejauhan hamparan pepohonan dengan daun-daunnya yang hijau. Dengan adanya perkebunan teh, tentunya dapat membawah manfaat bagi pemerintah dan masyarakat sekitar. Bagi pemerintah, perkebunan teh ini membawa pengaruh positif bagi keuangan negara. Karena hasil produksi dari perkebunan teh ini diekspor keluar negeri seperti Eropa, Jepang dan masih banyak daerah tujuan lainnya. Apalagi pada tahun 2000 perkebunan ini telah resmi dijadikan sebagai agrowisata dengan udaranya yang sejuk yang di dalamnya ada pabrik perkebunan teh dan fasilitas lengkap rekreasi dan sarana penginapan beserta olahraganya sehingga menarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung. Bagi masyarakat sekitar, mereka memiliki kesempatan untuk melamar pekerjaan seperti sebagai pemetik teh, pegawai pabrik, penjaga swalayan dll. Sedangkan bagi siswi yang sedang dalam proses pembelajaran, perkebunan juga tak kalah pentingnya seperti dijadikan objek dalam penulisan karya ilmiah, dapat mengetahui bagaimana cara menanam teh dan proses pengolahannya, dll. Dengan mendatangi secara langsung. Untuk anak-anak, mereka bisa belajar dan bermain di perkebunan teh ini untuk menghabiskan waktu liburan sekolah mereka. 3.3 Sekilas tentang Ekonomi Masyarakat disekitar PTPN XII Agrowisata Wonosari terletak di desa Toyomarto Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Untuk menuju ke Agrowisata tersebut harus melewati desa Toyomarto. Desa Toyomarto adalah sebuah desa yang terletak di dataran tinggi dengan jalan yang berliku-liku dan menanjak keatas. Desa ini terlihat begitu sejuk dan jauh dari kebisingan dan polusi kota. Tanahnya yang subur, dimanfaatkan oleh penduduk sekitar bertani. Mereka menanam padi dan singkong di ladang mereka tetapi ada juga yang menanam buah naga di sebelah rumah mereka dengan lahan yang tak begitu luas. Selain profesi sebagai petani tak sedikit penduduk sekitar yang bekerja di perkebunan teh milik PTPN XII. Kebanyakan mereka bekerja sebagai pemetik teh. Mereka berangkat pukul 05.00 dan pulang pada jam 14.00 sambil bekerja, mereka juga mengumpulkan kayu bakar untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak. Dalam hal perekonomian, masyarakat sekitar masih hidup dalam kesederhanaan walaupun dinding rumah mereka sudah bertembok. Terbukti dari rumah-rumah mereka yang tak sebegitu mewah dengan jarak antara rumah satu dengan rumah yang lainnya saling berdempet-dempetan. 

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
 4.1 Kesimpulan 

1. Pengaruh PTPN XII bagi masyarakat sekitar bisa dibilang cukup tinggi, karena PTPN XII memiliki peranan yang cukup besar pada perubahan perekonomian masyarakat sekitar. Khususnya bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya masih rendah yang ingin memiliki pekerjaan tanpa menggunakan surat lamaran kerja (seperti sebagai pemetik teh). 2. Dalam hal ini kehidupan ekonominya, masyarakat sekitar PTPN XII masih hidup dalam kesederhanaan dengan berbagai macam mata pencaharian.

 4.2 Saran 1. Hendaknya hasil produksi PTPN XII tidak hanya diekspor saja, tetapi dijual di dalam negeri juga agar daerah pemasarannya semakin luas. 2. Hendaknya masyarakat sekitar diberi kesempatan membuat kerajinan tangan dan dijual di swalayan PTPN XII, agar perekonomian masyarakat meningkat. 3. Hendaknya agrowisatanya lebih dikembangkan seperti menambah fasilitas bermain anak-anak dan fasilitas olahraga agar menarik banyak wisatawan. 

 DAFTAR PUSTAKA 

 Departemen Agama RI. 1992. Al-Qur’an Al-Karim dan terjemahannya W.J.S. poewardarminto. 1990, 

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka Tim Penulis PS,1993.Pembudidayaan dan Pengolahan Teh.Jakarta:PT Penebar Swadaya. 

(http ://id. Wikipedia.org/agribisnis,diakses/3 januari 2010) 
(http://www.facebook.com/note.php?note_id=99360203310,diakses/30 januari 2010) (http://www.blogger.com/feeds/9083232520829283588/posts/default,diakses/1 februari 2010) (http://tosfe.twgg.org/ca-si/erserlk.html,diakses /1 februari 2010) 

  MOTTO 
 Artinya : Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikir (Q.S AN NAHL : 11)

 HALAMAN PERSEMBAHAN 

Alhamdulillah, puji syukur yang tak terkira hanya kepadaMU ya Allah atas segala nikmat dan rahmat yang tidak pernah usai kau berikan. Untaian shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada kekasih Allah Nabi Muhammad SAW, sang pemimpin yang telah berjuang dengan setulus hati dengan membawa rahmat bagi seluruh alam. Paper sederhana ini kupersembahkan kepada Ayah dan Ibuku tercinta yang telah merawat dan menjagaku. Untaian, doa, cinta, kasih sayang dan semangat dalam mendidik serta selalu meberikan aku arahan disaat aku bimbang. Kakak-kakakuku, yang selalu memberikan bantuan , membimbinga dan menasehatiku. Sahabat kecilku Hanifah (terimaksaih atas segala kebaikanmu dan ketulusan hatimu) semoga kita dipertemukan kembali. Memiliki kalian semua adalah anugerah terbaik dan terindah dalam hidupku. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini meskipun jauh dari kesempurnaan. Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Yang telah menuntun manusia dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang dengan cahaya Ilahi. Penulis menyadari dalam penyusunan paper ini banyak membutuhkan bantuan dari pihak lain penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ayah dan ibuku yang telah memberikan motivasi-motivasi kepada penulis sehingga paper ini bisa terselesaikan dengan baik. 2. Bapak Drs.H Syamsudin Aly, M.Pdi, selaku kepala Madrasah Aliyah perguruan Mu’allimat Cukir Jombang. 3. Ibu Khofshotul Maryam, S.Ag, selaku koordinator panitia program study lapang. 4. Ibu Henny Tri Handayani, SE, selaku pembimbing yang telah membimbing dengan sabar dan memberikan dorongan kepada penulis sehingga paper ini bisa terselesaikan dengan baik. 5. Dinas PTPN XII yang telah berkenan menerima penulis untuk melakukan penelitian dan wawancara.   6. Segenap Dewan Guru yang telah banyak memberikan pengajaran dan bantuan dengan penuh keikhlasan. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan paper ini. Penulis menyadarai bahwa paper ini jauh dari sempurna, maka penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang diberikan oleh semua pihak mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah SWT, dan semoga paper ini dapat menjadikan manfaat bagi kita semua. Jombang, Januari 2010 Penulis 

 DAFTAR ISI
 HALAMAN JUDUL
 i NOTA PEMBIMBING
 ii KEPUTUSAN DEWAN PENGUJI
 iii PENGESAHAN 
iv MOTTO 
v HALAMAN PERSEMBAHAN 
vi KATA PENGANTAR 
vii DAFTAR ISI 
ix BAB I : PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang 
1 1.2 Rumusan Masalah 
2 1.3 Tujuan Pembahasan
 2 1.4 Kegunaan Pembahasan
 3 1.5 Penegasan Judul 
3 BAB II : LANDASAN TEORI
 2.1 Pengertian Agribisnis
 5 2.2 Agribisnis sebagai Suatu Sistem
 6 2.3 Manfaat Agribisnis 
7 BAB III : PEMBAHASAN MASALAH 
3.1 Sejarah PTPN XII 
10 3.2 Pengaruh Kebun Teh di Wonosari Malang bagi Masyarakat sekitar
 11 3.3 Sekilas tentang Ekonomi Masyarakat Disekitar PTPN XII 
12 BAB IV : PENUTUP
 4.1 Kesimpulan 
14 4.2 Saran-saran
 14 DAFTAR PUSTAKA >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar